Baru-baru ini divisi riset Majalah Info Franchise, melakukan sebuah survei selama satu setengah bulan mengenai pertumbuhan & perkembangan franchise di Indonesia. Riset ini dilakukan menggunakan wawancara phone interview yang melibatkan 420 perusahaan yang menggunakan sistem waralaba dalam ekspansi bisnisnya.
Kini Anda tidak hanya bisa menikmati layanan detikPublishing reguler tapi juga bisa mengikuti layanan detikPublishing Premium.
Selama 24 jam artikel Anda berada di posisi paling atas sepanjang hari. Sebab, dalam satu hari tersebut, kami hanya menyediakan tempat untuk satu perusahaan/brand saja.
Datang dua orang bertemu dengan kami, menawarkan sebuah konsep produk. Berkali-kali mereka menyampaikan bahwa ini inovasi baru, belum pernah ada di Indonesia. Dia yakin bahwa "barangnya" akan laris dan akan menggoyang pasar.
Dari cara menyajikan presentasinya, mengagumkan. Intonasinya terjaga. Bahasa tubuhnya bermakna. Bahasa asingnya fasih. Inovasi ini-- begitu mereka menyebut-- sudah dilakukan pengujian dengan masak, dan sempurna.
Setelah presentasi sang tamu tersebut, seluruh tim akuisisi produk kami menyatakan tertarik. Barangnya menarik dan bagus, begitulah penilaian buat sang "penjual ide" tersebut. Namun seorang diantara kami meminta agar keputusan akuisisi produk tidak dilakukan saat itu juga tapi ditunda.
Ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan BLT (Bantuan Langsung Tunai), maka salah satu kritik terbesar dari kebijakan ini adalah masalah bantuan yang salah sasaran. Ini disebabkan karena banyak pihak tidak percaya bahwa pemerintah memiliki data yang valid soal jumlah penduduk miskin yang layak menerima BLT. Kata mereka, ada orang yang tidak tergolong miskin tapi menerima bantuan. Ada juga orang yang dulunya memang miskin, tapi sekarang ini sebenarnya sudah tidak layak masuk golongan penerima BLT.
Anda mungkin mengatakan kompetitor terdekat sebagai bahaya nomor satu. Tapi saya mengatakan "perubahan". Mengapa? Perubahanlah yang bisa membuat produk Anda yang tadinya berkibar tiba-tiba meluncur ke bawah. Perubahanlah yang membuat bisnis Anda tadinya lancar seperti air tiba-tiba membeku seperti es.